Kekuatan Doa

Oleh : Ahmad Fudholi

Kekuatan doa dikisahkan dalam Alquran Surat Albaqarah ayat 249-251 yang
menceritakan tentang Thalut dan Jalut. Thalut dipilih oleh Allah untuk
menjadi raja atas Bani Israil, yang di kemudian hari akan memimpin
peperangan dengan Jalut, pemimpin orang-orang kafir.

Dikisahkan, setelah melihat kekuatan yang dimiliki Jalut jauh lebih besar,
sebagian pasukan Thalut gentar dan berkata, ”Tidak ada kesanggupan bagi
kami untuk melawan kekuatan Jalut dan tentaranya.” Rasa pesimistis dan
putus asa ini membuat mereka lemah menghadapi musuh. Tetapi, sebagian yang
lain merasa yakin menghadapinya dengan berkata, ”Berapa banyak terjadi
golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin
Allah.”

Thalut dan tentaranya –yang percaya kepada pertolongan Allah– berdoa,
memohon pertolongan kepada Allah dalam melawan orang-orang kafir, dan Allah
mengabulkannya. Pasukan Thalut menang dalam pertempuran dan Jalut yang
perkasa terbunuh oleh salah satu tentara yang bernama Daud, yang di kemudian
hari menjadi salah satu nabi yang memiliki beberapa keistimewaan.

Persepsi akal dapat salah bila berhadapan dengan kehendak Ilahi. Banyak
bukti kejadian yang tidak dapat dijangkau oleh kekuatan akal semata. Akal
hanya mampu menangkap apa yang dapat diindra. Tetapi, kekuatan doa hanya
dapat ditangkap oleh keyakinan yang mantap dalam hati, yang tidak perlu
dirasionalisasi oleh akal pikiran manusia.

Kemenangan dalam suatu pertempuran tidak ditentukan oleh kekuatan fisik
semata. Senjata yang lengkap dan jumlah pasukan yang banyak tidak menjadi
penyebab utama atas kemenangan yang didapat. Kemenangan didapat atas izin
Allah.

Di samping kisah Thalut dan Jalut tersebut, umat Islam pada zaman Nabi
Muhammad SAW juga mengalami kebenaran hukum ini. Dalam pertempuran yang
terjadi di daerah Badar, jumlah tentara Islam sangat sedikit dibandingkan
dengan pasukan musuh. Menurut persepsi akal manusia, mustahil pasukan Islam
dapat memenangkan pertempuran itu. Tapi, umat Islam dapat memenangkannya
dengan izin Allah.

Doa adalah kekuatan tersembunyi yang tidak dapat ditangkap oleh manusia dan
dapat terjadi secara tiba-tiba. Doa juga menjadi salah satu faktor penyebab
di balik setiap keberhasilan yang dicapai. Hal ini sudah menjadi bukti
sejarah sepanjang masa.

Oleh karena itu, dalam menghadapi setiap permasalahan –besar maupun kecil–
hendaknya umat Islam tidak lupa berdoa. Memohon kepada Allah agar
permasalahan yang sedang dihadapi mendapat pertolongan dari Allah SWT,
termasuk menghadapi berbagai musibah yang terjadi akhir-akhir ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: