Munafik

Oleh : Ahmad Fathan Aniq


Nifaq merupakan salah satu sifat tercela dalam Islam. Orang yang melakukan
nifaq disebut munafik. Ciri-ciri orang munafik bisa kita ketahui dari hadis
yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Muhammad SAW, ”Jika berbicara
selalu berdusta, jika berjanji selalu ingkar, dan jika dipercaya selalu
berkhianat.” (HR Bukhori).

Dalam hadis lain Abdullah bin Umar Ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda, ”Ada
empat dosa sifat yang jika seseorang memperlihatkan semua cirinya, dia
sepenuhnya orang munafik. Jika dia punya salah satu ciri, dia dianggap
memiliki unsur-unsur seorang munafik. Ciri-ciri itu adalah berkhianat,
berdusta, ingkar janji, dan memaki lawan jika ada perbedaan pendapat.” (HR
Bukhori).

Ada dua jenis orang munafik. Pertama adalah orang munafik yang mengaku
Muslim, tetapi tidak memiliki keimanan atas dasar Islam. Orang seperti ini
bisa menipu orang lain karena dari luar tampaknya seperti seorang Muslim,
seperti mempunyai nama berbau Muslim tetapi tidak beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya. Mereka ini lebih buruk daripada orang kafir dan layak mendapat
siksa yang pedih. Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya orang-orang munafik
itu ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu
sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong bagi mereka.” (QS An Nisaa
[4]: 145).

Tipe kedua adalah orang yang dalam hatinya mengaku Islam, tetapi tidak
melaksanakan akhlak-akhlak utama dalam Islam. Orang seperti ini tidak
digambarkan seperti orang kafir, tetapi sebagai orang fasik. Orang ini bisa
masuk surga setelah menerima siksa pedih di akhirat.

Beberapa Tabi’in pernah membicarakan sifat munafik dan keinginan untuk
menjauhinya. Ibrahim Tamini (wafat 92 H) yang bersahabat dengan beberapa
sahabat Nabi SAW berkata, ”Setiap aku membandingkan ucapanku dengan
perbuatanku, aku takut jika aku digolongkan sebagai seorang munafik, karena
ada ucapanku yang berbeda dengan perbuatanku.”

Ibnu Abi Mulaikah (wafat 117 H) berkata, ”Aku bertemu dan berteman dengan
30 sahabat besar Nabi SAW yang selalu merasa ketakutan bila digolongkan
sebagai munafik. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang menyombongkan
keimanan dan kesalehannya ataupun membual.”

Dengan demikian, orang yang betul-betul beriman akan selalu takut menjadi
seorang munafik karena berbuat sesuatu yang bertentangan dengan apa yang
dikatakan atau diyakininya. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: